INFO
Saat ini server Liputan16.com sedang mengalami gangguan teknis sementara. Untuk tetap mendapatkan update berita terkini, seluruh akses layanan dialihkan ke Liputan16.id. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini.

Tolak Izin Tambang Emas, Ratusan Warga Beutong Ateuh Gelar Long March ke Kantor Bupati Nagan Raya

​Nagan Raya, Ratusan warga Kecamatan Beutong Ateuh Benggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, menggelar aksi unjuk rasa damai untuk menolak penerbitan izin tambang emas di wilayah mereka pada Senin (22/6/2026).
 Massa yang terdiri atas berbagai elemen masyarakat, mulai dari kaum pria, perempuan, hingga anak-anak, melakukan long march menuju Kantor Bupati Nagan Raya guna menyampaikan aspirasi secara langsung.

​Berdasarkan pantauan di lokasi, aksi penyampaian pendapat tersebut berlangsung tertib dan kondusif. Massa tampak membawa sejumlah spanduk dan poster bernada penolakan, di antaranya bertuliskan "Tolak Tambang Emas!", "Selamatkan Air & Tanah Kami", serta "Beutong Ateuh Melawan".

​Seorang tokoh masyarakat setempat yang enggan disebutkan identitasnya menyatakan bahwa aksi ini murni didasari oleh keresahan warga terhadap ancaman kerusakan lingkungan.

​"Tujuan utama dari aksi damai ini adalah menolak secara tegas izin operasional tambang emas di wilayah kami. Kami sangat berharap Bupati Nagan Raya, Bapak Dr. Teuku Raja Keumangan, S.H., M.H., bersedia mendengarkan suara rakyatnya dan mengabulkan tuntutan ini," ungkapnya saat ditemui di titik kumpul sebelum keberangkatan.

​Penolakan ini dipicu oleh kekhawatiran warga akan dampak buruk aktivitas pertambangan terhadap ekosistem setempat. Warga menilai bahwa eksploitasi tambang emas akan merusak sumber air bersih, menghancurkan lahan pertanian, serta memicu deforestasi hutan yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Beutong Ateuh Benggalang. Oleh karena itu, massa mendesak pemerintah daerah untuk segera mencabut izin tambang tersebut demi menjaga keberlanjutan lingkungan dan masa depan generasi mendatang.

​Hingga berita ini diturunkan, rombongan massa masih dalam perjalanan menuju Kantor Bupati Nagan Raya untuk melakukan audiensi langsung dengan jajaran pemerintah daerah. Sementara itu, aparat keamanan dari kepolisian dan TNI tampak bersiaga di sejumlah titik guna mengawal jalannya aksi agar tetap aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. (Rahmat P Ritonga)