MEDAN – Gelombang keresahan masyarakat terkait maraknya dugaan praktik perjudian mesin ketangkasan tembak ikan di perbatasan Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang kini memasuki babak baru. Sorotan tajam publik kini tidak hanya tertuju pada eksistensi sindikat yang disebut-sebut dikendalikan oleh 'Gondrong, PGM, dan dugaan keterlibatan oknum TNI berinisial Joko', melainkan pada kinerja aparat penegak hukum di tingkat sektor.
Merespons minimnya langkah penindakan yang signifikan di lapangan, elemen masyarakat mulai menyuarakan tuntutan tegas. Warga mendesak Kapolda Sumatera Utara yang baru, Irjen Pol Sonny Irawan, dan Kapolrestabes Medan untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh, bahkan mencopot Kapolsek Medan Tuntungan beserta Kanit Reskrimnya, serta Kapolsek Pancur Batu. Ketiga pejabat kepolisian tersebut dinilai lamban dan diduga tidak mampu menjaga wilayah hukumnya dari aktivitas penyakit masyarakat.
Desakan ini mencuat menyusul lambannya operasi penertiban yang menyentuh aktor utama atau pemodal di balik mesin-mesin judi tersebut. Publik menilai, ketiadaan penindakan hukum yang komprehensif memunculkan asumsi di tengah warga mengenai adanya dugaan pembiaran.
“Mengingat tongkat komando Polda Sumut kini dipegang oleh pemimpin baru, kami menaruh ekspektasi tinggi kepada Bapak Kapolda Sumut, Irjen Pol Sonny Irawan, untuk mengambil langkah tegas. Jika jajaran di tingkat Polsek dinilai tidak mampu membersihkan wilayahnya dari dugaan perjudian yang berbulan-bulan beroperasi ini, sebaiknya segera dievaluasi dan diganti,” ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat yang identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan.
Kritik terhadap kinerja kepolisian di dua wilayah ini semakin menguat seiring dengan informasi persebaran titik lokasi yang disinyalir masih bebas beroperasi. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laporan warga, di wilayah hukum Polsek Medan Tuntungan, aktivitas tersebut disinyalir beroperasi di sejumlah titik yang berdekatan dengan area pemukiman, antara lain:
Jalan Petunia Gang Suka, Lingkungan II, Kelurahan Namo Gajah, tepatnya di sebuah warung berdinding tepas.
Sebuah warung di gang samping loket bus BTN (Bintang Tani Jaya), Jalan Jamin Ginting, Kelurahan Lau Cih.
Jalan Flamboyan Raya Gang Musik (Kawasan Pantai Bokek), Kelurahan Tanjung Selamat, tepatnya di ujung gang dekat area kafe.
Jalan Jamin Ginting Gang Lona, tepatnya disinyalir berada di area Warkop Frans.
Warkop Pulungan, yang berlokasi di kawasan Simalingkar B.
Warkop di Jalan Bunga Rampai Raya, yang berjarak sekitar 50 meter setelah kantor Kelurahan Simalingkar B.
Sementara itu, di wilayah hukum Polsek Pancur Batu, operasional sindikat ini juga diduga masih eksis dan merambah sejumlah kawasan strategis. Titik yang menjadi sorotan warga meliputi:
Jalan Jamin Ginting KM 18,6 (Kawasan Desa Hulu).
Kawasan Simalingkar Gang Damar.
Kawasan Laucih Kuta, yang berdasarkan laporan warga, turut dijaga oleh oknum yang diduga menyalahgunakan atribut profesi wartawan.
Di sisi lain, mengingat santernya desas-desus mengenai dugaan keterlibatan oknum militer sebagai pelindung bisnis ini, masyarakat juga menaruh harapan besar kepada Pangdam I/BB, Mayjen TNI Hendy Antariksa. Publik berharap institusi TNI dapat bersinergi dengan Polri dan memerintahkan jajaran Polisi Militer (Pomdam) untuk mengusut tuntas indikasi keterlibatan oknum guna menjaga marwah institusi.
Pejabat Kepolisian Kompak Bungkam
Sebagai wujud kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik demi menyajikan pemberitaan yang berimbang (cover both sides), redaksi sejatinya telah melayangkan upaya konfirmasi secara resmi kepada sejumlah pejabat utama di jajaran Polda Sumut, Polrestabes Medan, hingga Polsek terkait.
Namun, hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi tersebut bertepuk sebelah tangan. Tidak ada satu pun dari para pejabat otoritas keamanan tersebut yang memberikan balasan maupun klarifikasi. Sikap tidak responsif ini ditunjukkan oleh:
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H.
Wakapolrestabes Medan, AKBP Rudy Silaen, S.H., S.I.K., M.I.Kom.
Kasat Intelkam Polrestabes Medan, Kompol Lengkap Suherman Siregar, S.H., M.H.
Kanit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan, Iptu M. Hafizullah.
Sikap bungkam yang sama juga ditunjukkan oleh jajaran pimpinan tingkat sektor yang wilayahnya menjadi sorotan utama warga, yakni Kapolsek Pancur Batu Kompol Junaidi, S.H., beserta Kanit Reskrimnya Iptu Rudi Salam Tarigan, serta Kapolsek Medan Tuntungan Iptu Adil Ginting dan Kanit Reskrim Polsek Medan Tuntungan Ipda Ropii, S.H., M.H. Seluruh pesan konfirmasi redaksi tidak mendapatkan balasan apa pun.
Bungkamnya para pemangku kebijakan hukum ini sangat disayangkan, mengingat masyarakat kini menanti transparansi serta bukti nyata ketegasan institusi Polri dalam memberantas sindikat perjudian yang telah mengepung pemukiman mereka.
.jpeg)