INFO
Saat ini server Liputan16.com sedang mengalami gangguan teknis sementara. Untuk tetap mendapatkan update berita terkini, seluruh akses layanan dialihkan ke Liputan16.id. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini.

KLARIFIKASI RESMI: Redaksi Liputan16.com/id Kecam Keras Jaringan Akun TikTok Bodong, Cium Adanya Unsur Adu Domba Sistematis


DELI SERDANG
– Pimpinan Redaksi media online Liputan16.com, Amri, secara resmi mengeluarkan pernyataan keras menyikapi maraknya sejumlah akun TikTok yang secara ilegal mencatut nama, logo, dan karya jurnalistik milik redaksi. Pihaknya menegaskan sama sekali tidak memiliki hubungan, afiliasi, maupun tanggung jawab hukum atas aktivitas akun-akun liar tersebut.

Pernyataan tegas ini dikeluarkan menyusul hasil investigasi internal redaksi terhadap tiga akun TikTok yang beroperasi secara tidak bertanggung jawab, yakni BeritaIndonesia (@beritaviralindonesia8), Ahmad Sahroni (@blackjack4344), dan Gerak Cepat (@joisbackgt1gt).

Berdasarkan bukti yang dihimpun redaksi, ketiga akun ini melakukan pelanggaran berat dengan pola yang merugikan:


  1. Akun @beritaviralindonesia8 secara sepihak memuat keterangan manipulatif pada profilnya yang berbunyi: "Jika Ada Berita Kami Yang Salah Silahkan Berhubungan Ke Redaksi web Liputan16.com".

  2. Akun @blackjack4344 berulang kali mengunggah ulang (re-upload) karya-karya jurnalistik dan video milik Liputan16.com tanpa lisensi, dengan dalih sepihak untuk "membantu up postingan".

  3. Akun @joisbackgt1gt secara terang-terangan membajak identitas dengan menempelkan logo watermark "LIPUTAN16.com" dan nama "LIPUTAN16.ID" dalam unggahan videonya terkait isu sensitif seperti perjudian dan sabung ayam.

"Kami menyatakan dengan sangat tegas bahwa ketiga akun tersebut adalah akun bodong. Liputan16.com tidak pernah memberikan mandat, persetujuan, maupun toleransi kepada individu atau pengelola akun mana pun untuk menggunakan identitas redaksi kami sebagai tameng pelindung atas konten yang mereka sebarkan," tegas Amri.

Lebih dari sekadar pencurian identitas institusi pers dan pelanggaran hak cipta digital, Amri menyoroti adanya motif jahat di balik operasi akun-akun tersebut.

"Kami mencium adanya indikasi kuat dan unsur adu domba yang sengaja dimainkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Praktik kotor ini disinyalir sengaja dirancang untuk memprovokasi dan membenturkan institusi Liputan16.com dengan aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian, maupun dengan elemen masyarakat tertentu. Hal ini sangat berbahaya mengingat sensitivitas isu yang mereka sebar luaskan secara liar dan sepotong-sepotong," bebernya.

Redaksi Liputan16.com mengimbau kepada seluruh masyarakat, jajaran kepolisian, dan mitra kerja untuk tetap waspada serta tidak mudah terpancing oleh informasi maupun provokasi yang didistribusikan oleh akun-akun bodong tersebut. Segala bentuk pertanggungjawaban berita, informasi resmi, dan publikasi jurnalistik yang berimbang hanya disalurkan melalui domain web dan platform sosial media resmi yang dikelola langsung oleh manajemen Liputan16.com.

Sebagai penutup, pihak redaksi melayangkan somasi terbuka dan peringatan keras. Jika praktik manipulasi identitas, adu domba, dan pembajakan konten ini tidak segera dihentikan, Liputan16.com tidak akan segan menempuh jalur hukum secara tegas. Laporan resmi akan segera diteruskan kepada aparat kepolisian atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta Undang-Undang Hak Cipta.