Memuat berita terbaru...

Dang Ike Tegaskan Fokus Mengabdi sebagai Tokoh Masyarakat, Tinggalkan Jabatan di Kepaksian Pernong


BANDAR LAMPUNG
– Mantan Kapolda Lampung Irjen Pol. (Purn) Drs. H. Ike Edwin, S.H., M.H., M.M., atau yang akrab disapa Dang Ike, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan di media sosial yang masih mengaitkannya dengan jabatan Perdana Menteri Kerajaan Kepaksian Pernong Paksi Pak Skala Brak. Ia secara tegas menyatakan bahwa dirinya tidak lagi menggunakan gelar maupun atribut tersebut.

Langkah ini diambil oleh Dang Ike sebagai bentuk penghormatan terhadap tatanan adat, sekaligus demi menjaga keharmonisan dan mencegah kesalahpahaman di tengah masyarakat adat Kepaksian Pernong.

"Saya ingin meluruskan bahwa atribut maupun penyebutan yang berkaitan dengan Kepaksian Pernong sudah lama tidak lagi saya gunakan. Langkah ini saya ambil demi kebaikan bersama dan menghindari kericuhan di tengah masyarakat adat," ujar Dang Ike dalam keterangan resminya, Rabu (8/7/2026).

Setelah melepaskan atribut tersebut, Dang Ike kini memilih fokus mendedikasikan dirinya sebagai Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat Lampung. Ia diketahui aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, pelestarian budaya, pembinaan generasi muda, serta menjaga persatuan masyarakat Sai Bumi Ruwa Jurai.

Menurutnya, esensi dari sebuah pengabdian bukanlah pada jabatan atau gelar, melainkan pada manfaat nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Kiprah positifnya selama ini pun berbuah manis. Penyematan status Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat mengalir secara alami sebagai bentuk apresiasi dari publik.

Selain itu, Dang Ike juga telah menerima gelar Sutan dari beberapa marga di Provinsi Lampung, serta berbagai gelar kehormatan dari sejumlah kerajaan adat di nusantara.

"Banyak kerajaan adat di Indonesia yang memberikan gelar kehormatan kepada saya. Semua itu saya maknai sebagai amanah untuk terus menjaga persatuan, melestarikan budaya bangsa, dan mempererat persaudaraan antarkerajaan nusantara," ungkapnya.

Menanggapi diskusi publik mengenai posisi Perdana Menteri pada Kepaksian Pernong, Dang Ike menjelaskan bahwa struktur tersebut murni merupakan tata kelola internal adat dengan ruang lingkup yang spesifik. Oleh karena itu, ia mengimbau agar publik tidak membesarkan isu ini dan menghindari perdebatan yang tidak perlu.

Dang Ike menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelestarian adat istiadat Lampung dan memperkuat nilai-nilai kebinekaan. Ia juga berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh isu yang berpotensi memecah belah.

"Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan. Adat adalah warisan leluhur yang harus dihormati dan dilestarikan, bukan dijadikan bahan perdebatan. Mari kita fokus pada karya dan pengabdian nyata untuk membangun Lampung," pungkasnya.